Tuesday, October 25, 2016

Say Cheen Taaa!

Dengan nama Allah, arRahman, arRahim.

[Kreditto]


-- Chinta.
Amankah dunia tanpa chinta?
Bahgiakah manusia tanpa chinta?

-- Chinta.
Benarkah tanpamu hati menduka?
Benarkah tanpamu manusia kecewa?

-- Chinta.
Benarkah engkau adalah fitrah bagi manusia?
Benarkah engkau menjadikan hidup lebih sempurna?

*****

Tet.

Chinta, apa definisi chinta menurutmu?

Manusia, mustahil hatinya tak pernah dihuni spesis makhluk perasaan yang namanya chinta. Manusia, tak mungkin tak pernah merasakan pedih, sakit, bahgia di saat datangnya chinta. 

Manusia? Fitrah diciptakan saling tertarik berlawanan jantina..fitrah punya rasa kasih dan chinta [ Āli 'Imraan; 14 ]..fitrah ingin selalu dichintai dan menchintai..juga fitrah..mempunyai hati yang sering berbolak balik sifatnya, dan tak tetap apa yang dirasa. 

Yahh rasa yang selaaaaaalu berubah ubah; terkadang sedih, terkadang benci, terkadang bahgia senang hati, terkadang gugup dan terkadang takut.

Juga merupakan sunnatullah, manusia diciptakan berpasang-pasangan lalu membiak berkembang menjadi ummat yang menghuni dunia [surah anNabaa' ;8].

Bagi yang merasa ahh, chinta itu harommm!

Ya betul, chinta yang awal lahirnya halal mampu menjadi haram di saat kita tidak melatih dan mendidik hati untuk mengawal rasa itu dengan sebenar benarnya..di saat kita tidak mengemudi chinta itu berdasarkan kechintaan kepada Allah sebagai yang utama..di saat kita tidak meluaskan ruang sedikit pun di hati kita buat Allah kerna terlalu obses dan merasakan kita hanya butuh chinta manusia. Dan di saat kita menafsukan chinta demi kepuasan syahwat yang beraja lalu mengundang murka Dia.

Allaahh. Moga hati kita selamanya Allah jaga.

Andai tak terwujudnya chinta di dunia, berantakanlah manusia, suami isteri, keluarga, masyarakat, negara serta apa yang ada di alam semesta. Yahh, kerna kita perlukan chinta untuk menjadikan hari hari kita di dunia lebih indah. Begitu juga kita amat membutuhkan chinta Allah agar mampu menjadikan saat saat kita turut indah di dunia bahkan juga alam setelahnya. Iya?

Baik.
Ayo fokuskan dan kecilkan sedikit skop chinta -- pada yang masih dan sedang menanti belahan jiwa (euwww) yang sudah Allah aturkan di saat diri masih belum menghuni dunia.

"Betul ke chinta tu fitrah?"

"Chinta bukan haram ke?!"

"Ada crush mana boleh! Harom harom!"

"Mana boleh suka dia! Dosa!"

"Hapuskan dak dak wicet!" (Tetiba. Krik krik)

Okay lek lek.

Ehheyy, tetiba rasa menyesal sebab janji nak buat post pasal kerash (crush) kurkur. Bila nak start taip, baru terhegeh hegeh nak sedar 'ehh, aku tak tahu apa apa pun pasal chinta!' Tapi sebab banyaaaak sangat yang bertanya pasal penyakit chinta ni, maka enshaAllah akan cuba menjawab (ikut pendapat sendiri jelah tapinya) dalam entry ni. Sebab benda benda berkait hati gini bahaya jugak kalau kita tak dapat control betul betul.

Aaaaaaa.
Bagi saya, ujian chinta adalah antara ujian hati yang tak mudah untuk dilalui. Allahuuu!
Dan saya amat amat mengagumi mereka yang mampu menjaga hatinya. 

Bukan mudah nak jaga rasa chinta supaya tak melebihi kechintaan pada Allah. Antara solusi dan usaha, selalu ingatkan diri untuk istighfar bila rasa hati ingat makhluk lebih dari ingat Allah T-T

Sedangkan manusia yang diingat-ingatkan tak tahu status hatinya, sedangkan Allah selalu ada..selamanya ada, tak pernah pergi bahkan Dia selalu menchintai diri T-T 

*playing Sejati -Faizal Tahir*

Bila sharing dengan kakak yang dah naik tangga kedua, pesan dia;

"Jaga hati buat masa sekarang ni..sebab nanti mungkin orang yang kita suka tu tak jadi suami/pasangan kita pun. Dan waktu dah kahwin nanti kita akan rasa haha sia-sia je suka dia. Banyakkan doa, Allah rezekikan jodoh yang terbaik."

Wowzesss. Menusuk sampai ke jantunggg.

**Bukak surah anNuur ;26**

Jaga Hati yuuukk!

Ramai yang datang mengadu (ceyy) mintak solusi macam mana nak jaga hati. Hahaha dia tak tahu, manusia yang ditanya pun tengah struggle kot :'>

Okay, punca sussssah sangat nak jaga hati ni tak semualah tapi biasanya sebab selalu teringat dia (puihh)..selalu stalk..tak ghodhulbasor (tak menjaga pandangan)..dan, masalah paling besar adalah perasan aka syok sendiri yang akhirnya membina angan fantasi rekaan sendiri yang menghampakan. Marilah berhuha-hahi.

Solusinya (setakat ni berjaya); cuba usaha sibukkan diri..usaha dekatkan diri lebih lagi dengan Allah..bila teringat dia istighfar mintak Allah jaga hati dari ingat dia lebih dari ingat Allah..dan jauhi apa apa perkara yang makin membuatkan teringat dekat dia tewww.

Dan tenang tenangkan jiwa yang kacau dengan ingatkan, "kalau dia jodoh kita, dialah jodoh kita. Sekarang apa yang penting adalah fokus! Fokus dengan kehidupan realiti."

Lagi..kalau betul betul nak move on, doa kat Allah supaya hilangkan, lenyapkan segaaaala tentang dia dari hati seandainya dia bukan bakal menjadi belahan jiwa yang terpisah cehh. EnshaAllah, Allah dengar doa kita.

Ya, tak salah..tak dosa nak suka sesiapa pun, asalkan rasa chinta tu kita dapat control dari buat hati kita terus lalai dari ingat Allah..asalkan kita jaga apa yang Allah suruh jaga dan tak buat Allah murka. Okay? Okayyy.

Dan seandainya benar benar kita menchintai seseorang kerana Allah, usahalah menjaga kesucian chinta itu daripada segala perkara yang mengotorkannya -- yang menarik ke neraka, dan melarikan jauh dari syurga.


[Kreditto]

Nak kawin dengan kerashh!

Ceit -,-
Boleh boleh, serious boleh! Haha kalau nak, doa..doa dan doa. Kalau rasa dia betul betul yang terbaik..tak salah.

Okay nak cerita sikit..cerita betul punya ni tak tipu. 

Ada sorang hamba Allah yang suka senyap senyap dekat sorang hamba Allah lagi satu ni, dan dia rasa memmmang mustahil lah dapat kawin dengan crush dia tu! So, masa dia dalam proses nak cari calon manusia yang akan bertahta di hati (melalui proses baytulmuslim) banyak borang yang dia dapat, tapi tak satu pun rasa tenang dan sesuai jadi separuh dari jiwa dia.

Akhirnya dia bertekad untuk cuba tengok borang yang last sekali, kalau tak tenang jiwa jugak..dia memang akan mintak untuk taaruf dengan kerashh dia tu! (Wowzesss haha) Melalui orang tengahlah tapinya nak mintak tu (masul/masulah usroh ataupun parents)

Dan tadaaaa!
Ditakdirkan Allah borang yang last tu kepunyaan kerash dia! Allahuuu jiwa mana tak tenang dan bahgia bila Allah kasi apa yang di-nakkan. Ya, doanya sampai pada Allah..subhanallah, indah.

Eksaited ke tewww? Ehhem. Tapi kan lagi indah bila kita betul betul percaya dekat Allah serah pada Allah dan yakin dengan Allah akan sampai masa yang tepat, Allah akan hantar manusia belahan jiwa kita yang tepat. Susunan Dia tak pernah salah, tak pernah lambat. Cuma kita, yang kena sabar dan terussss taat. Okay? Sippp, enshaAllah :)

Reset dan Refresh

Kadang bila kita terrrrlalu sibuk fikir tentang chinta dan dunia, kita terlupa matlamat hidupnya kita Allah cipta. Maka sia-sia lah sisa hidup kita yang masih berbaki andai tak benar benar kembali menyedarkan diri tentang matlamat dan tujuan hidup kita..akhirnya, ke mana? 

Ya. Dan kepada Allah, kita kembali akhirnya. 

Yuuukkk, reset dan refresh matlamat hidup kita! Fokus pada perkara yang lebih utama dalam kehidupan dunia, dan akhirat jugak tak terkecuali. Latih hati untuk tak menghukum kelakuan dan amal manusia..sebaliknya usaha perbaiki diri menjadi hamba yang terus meningkat sempurna ketaatannya. Moga di saat jasad dan ruh diperintah berpisah, hati kita mampu berada dalam kondisi yang sejahtera bertemu Allah :)

Hm..disebabkan tak berpengalaman sangat (lagi) dengan benda benda chinta ni semua, maka ini jelah yang mampu untuk share. Moga dapat membantu dan bermanfaat enshaAllah.

Allahu a'lam.

*****

We were two old souls
since time began—
before light was measured
in years.

We are stars that fell
from glittering skies,
to find each other here.

—Lang Leav, Stars in Love.

Tuesday, October 11, 2016

Selamatkan Dirimu

Dengan nama Allah, arRahman, arRahim.

Kreditto.

Di saat kau merasa menjauh dari Tuhan,
di saat itu juga shaiton merebut peluang merapatimu dengan godaan.
Dibiarkan ruhmu tersiksa kesakitan.
Diketawakan imanmu yang rapuh tak keruan.

Di saat kau merasa menjauh dari Tuhan.
Shaiton akan terus mendatangimu dengan membisikkan dustanya penipuan;
khabarnya kau ditinggalkan Tuhan sepi sendirian,
bahkan dosamu tak mungkin diampunkan.

Makanya di saat kau merasa menjauh dari Tuhan,
jangan disiakan peringatan chinta-Nya; alQuran.

Kerna berulang kali Dia tegaskan.
Bahwa musuh yang menarikmu ke jahannam adalah shaiton;
makhluk yang berjanji takkan jemu kepuasan,
sehingga engkau termasuk golongan yang dibinasakan,
lalu sendirian menanggung peritnya siksaan.

Di saat kau merasa menjauh dari Tuhan,
Diingatkan engkau untuk selalu merasakan Dia selalu dekat dan rapat;
Maha mendengar dan melihat.
Kerna engkau adalah makhluk-Nya dan hamba;
diciptakan untuk mentaati menyembah hanya Dia sebagai Tuhan selamanya.

Di saat kau merasa menjauh dari Tuhan.
Shaiton akan selalu sudi menjadi teman khianatmu,
andai kau berdiam diri mengalah merelakan,
tanpa berusaha meneguhkan ikatanmu dengan Allah; selamanya Tuhan.

Di saat kau merasa menjauh dari Tuhan.
Ayolah!
Selamatkan dirimu!

***playing Guide Me All The Way -Maher Zain T-T

Saturday, August 20, 2016

Aku butuh doa,

Seringkali aku lelah dengan dunia.
Seringkali juga aku pengen melenyapkan diri lolos dari dosa.
Dan seringkali juga,
aku ingin menyembunyikan diri dari manusia.

Yahh,
Memikirkan amalku yang masih tak bergunung, aku selalu khawatir.
Bagaimana seandainya besok,
jasad dan ruhku diambil Tuhan?

Bahkan juga aku tak tahu,
Sampai berapa lama hammasahku yang lemah mampu bertahan.
Mampukah aku meneruskan jalan tanpa berteman?
Atau haruskah aku melangkah pergi perlahan?

Allah,

Betapa tak mampu aku terjemahkan syukur.
Seandainya ada yang setia mendoakan.
Kerna mungkin melalui doa kalian,
Allah anugerahkan aku kekuatan,
lalu menyelamatkan aku dari kebinasaan.

Ayo.
Buktikan chintamu dengan doa.
Bukan cuma dengan kata yang mampu mendusta.

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”

[Hadith Riwayat Muslim]

Sekian dari aku, yang selalu membutuhkan doamu.